Terms Conditions yang Dilupakan Berujung Panik dan Pemblokiran

Dua pekan lalu republik ini digegerkan dengan konten eksplisit menjurus pornografi yang bisa diakses melalui WhatsappNetizen pun bersabda meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) meblokir aplikasi besutan Jan Koum ituGayung pun bersambut. Sabda netizen kali ini berhasil mempengaruhi pemerintah. Tanpa basa-basi Kemenkominfo meminta Whatsapp tutup konten eksplisit menjurus pornografi yang membuat republik ini heboh. Kemenkominfo memberi tenggat waktu hingga Rabu (8/11/2017).

Kehebohan ini akhirnya berakhir dengan damai. Namun ada satu sabda netizen yang masih menggelitik yaitu “Whatsapp berbahaya untuk anak-anak,”. Sabda netizen tersebut merupakan wujud sesat pikir. Karena aplikasi pesan instan berlogo telepon hijau itu memang tidak diciptakan untuk anak-anak. Itu termaktub dalam Terms & Condition yang Whatsapp berikan ketika pengguna mendaftar.

Pengguna Whatsapp minimal berumur 13 tahun atau lebih atau umur yang sudah tidak memerlukan persetujuan orangtua sesuai dengan UU yang berlaku di negara tersebut.  Namun, Terms & Condition layanan, terutama layanan software biasanya berbentuk tulisan panjang nan menjemukan. Pengguna layanan peduli setan dengan pasal – pasal yang ada dalam dokumen Terms & Condition Baca lebih lanjut

Iklan

Oh Sapi Kamu Seksi Sekali

Saya sedang bingung, sedang menghitung-hitung pengeluaran untuk dibelanjakan pakaian. Bukan, ini bukan karena gaya hidup, eh apa bisa dibilang demikian ya? Tapi yang pasti baju-baju yang ingin saya beli ini bukan untuk saya. Ini semua gara-gara sensor TV. Beberapa sensor dilakukan terhadap gambar yang masuk dalam kategori ‘porno’ oleh Komisi Penyiaran Indonesia. Tujuannya seperti yang sudah sering kita dengar adalah untuk menyelamatkan bangsa agar tidak mudah berpikiran kotor.

Tentunya jika mengacu pada kata porno, dari kamus KBBI artinya 1. Pornografi 2. Cabul, sehingga membuat kita mau tak mau mengetik lagi dua kata ini pada mesin pencari.

por·no·gra·fi n 1 penggambaran tingkah laku secara erotis dng lukisan atau tulisan untuk membangkitkan nafsu berahi; 2 bahan bacaan yg dng sengaja dan semata-mata dirancang untuk membangkitkan nafsu berahi dl seks

Oke.

ca·bul a keji dan kotor; tidak senonoh (melanggar kesopanan, kesusilaan).

Baik, dimengerti.

Kira-kira gambar seperti apa yang bisa membangkitkan nafsu berahi? Belahan dada? Payudara? Rok mini dengan paha mulus? Bokong? Alat kelamin?

Hal lain pun tidak luput disensor oleh KPI yang tidak dalam kategori ‘pornografi’ atas alasan yang garis besarnya adalah agar tidak menimbulkan KEINGINAN, seperti adegan merokok disensor agar penonton tidak punya keinginan atau bahasa sunda gaulnya ‘kabita’ ngerokok. Baca lebih lanjut