Lelaki Muslim yang Menjaga Klenteng

Seperti lazimnya gang-gang di Jakarta, Gang Padang di Jatinegara ini bentuknya tak jauh berbeda. Memiliki lebar tak lebih dari satu mobil, berdinding semen kasar, dan rumah-rumah yang rapat tiada jarak. Dua bapak-bapak duduk di depan rumah. Bercerita, mengepulkan asap rokok, dan tersenyum ketika saya menyapa. Tak jauh dari mereka, di salah satu sudut gang, bangunan serba merah dan kuning nampak kontras di antara abu-abu tembok.

“Yayasan Bio Shia Jin Kong” tertulis rapi dengan cat warna kuning di bawah huruf-huruf Mandarin yang berwarna merah terang. Sesaat sebelum masuk lebih jauh, harum dupa telah menyambut hidung dengan tegas. Saya membuka alas kaki dan langsung duduk bergabung dengan teman-teman Ngopi Jakarta lainnya. Baca lebih lanjut

Iklan