Posesif (2017): Getir Asmara Masa Remaja

Pernah dapat puluhan miscall dari pasangan karena nggak bales WhatsApp? Pacar sering ngecek tiap chat, media sosial, e-mail sampai galeri ponsel tanpa ijin? Dilarang untuk berteman si A sama si B dengan alasan yang nggak jelas? Kalau jawabannya iya, berarti pacar kamu posesif tuh.  

Jika kebanyakan film remaja mengisahkan haru biru bahagia masa sekolah, Posesif (2017) menawarkan sebuah cerita yang jauh berbeda. Hubungan asmara remaja yang kompleks hadir mengisi deretan koleksi film romansa remaja Indonesia.

Siapa yang menyangka jalinan kasih remaja yang penuh bunga-bunga menyimpan duri yang mengoyak-ngoyak perasaan bahkan kejiwaan. Berangkat dari fenomena yang terjadi di masyarakat, Palari Films memproduksi sebuah sinema yang bertutur tentang kekerasan dalam hubungan berpacaran remaja.

Posesif berkisah tentang hubungan Yudhis (Adipati Dolken) seorang murid pindahan baru yang rupawan dengan Lala (Putri Marino) yang merupakan atlet loncat indah berprestasi. Perkenalan mereka berawal dari Yudhis yang ingin mengambil sepatunya yang terjaring razia dan Lala yang membantu aksi pengambilan sepatu Yudhis di kantor guru. Keduanya tertangkap basah dan mendapat hukuman. Kedekatan keduanya pun dimulai dari sana. Baca lebih lanjut

Iklan