Menegakkan (ke)Manusia(an)

humanity-t2

 

Saya udah nabung kacang tanah 15 kilo. Ame gula pasir 5 kilo. Masih banyak lagi dah kagak inget saya mah.

Ialah Mba Ijah. Perempuan usia awal 30 bertubuh tambun yang senang berjilbab kaos. Sudah hampir sebulan ia membantu saya membereskan urusan kerjaan rumah. Seorang yang lahir di tanah Bekasi sejak dari nenek moyangnya. Saat ia menyetrika, saya senang memintanya bercerita tentang dirinya atau apa saja yang terjadi di lingkungan rumahnya. Kampung Pengasinan, puluhan rumah yang sebagian besar kontrakan yang diisi warga Bekasi asli dan pendatang. Mulai dari korban tsunami Aceh sampai Madura. Baca lebih lanjut

Iklan

Kamu Mutan Jakarta?

Imunologi.

Ah, saya memulai tulisan ini dengan kata yang rumit. Tapi tak apalah. Hari saya memang rumit sedari pagi. Tapi bukan ini yang ingin saya bahas. Imunologi adalah satu mata kuliah yang sukses membuat saya ternganga-nganga. Bukan, bukan karena mengantuk yang dilanjutkan dengan ileran. Melainkan nganga karena terpana. Bukan pula karena saya anak berbakat cumlaude dan kutu buku kala itu. Tapi mengkaji bagaimana tubuh ternyata punya mekanisme teramat detail untuk menyingkirkan semua potensi yang membahayakan jiwa membuat saya bergidik saking kagumnya. Baca lebih lanjut