Surat Terbuka Untuk Lionel Messi

Dear Lionel Messi atau yang biasa dipanggil Messi,

Hai Messi, perkenalkan namaku Ivan biasa dipanggil Ipan. Boleh aku menulis surat buatmu? Bolehlah, ya! Kalo nggak boleh, berarti kamu pelit. Sebelum ke pokok masalah, marilah kita berbasa-basi sejenak. Tahukah kamu, wahai Lionel Andres Messi, bahwa namamu sering disebut di Indonesia. Kamu jadi idola banyak orang disini, banyak orang sering menggunakan jersey bertuliskan namamu. Baik itu di jersey ori, kw super, dan abal-abal. Walaupun begitu kamu jangan senang dulu, karena orang sini sering salah mengucapkan namamu. Kamu sering disebut SiMesi.“Siapa yang ngegolin, Ceng ?”  “Simesi anying, edan siah meded golna”. Tapi gak apa-apalah, Mes, maklum lidah Indonesia, lidah tempe.

Sudah basa-basinya. Mari kita ke pokok isi surat. Setelah final piala dunia kemarin, namamu jadi kontroversi setelah kamu dinobatkan jadi pemain terbaik piala dunia. Bagaimana tidak, sebagai messiah kamu gagal membawa Argentina jadi juara dunia. Messiah itu dalam bahasa ibrani artinya juru selamat, Hamba Yahweh yang akan membawa penyelamatan kepada bangsa-bangsa. Tapi kemarin kamu hanya membawa keselamatan bagi bangsa Jerman, bukan Argentina. Tapi gak apa-apa, Mes. Kasihan Jerman baru 4 kali juara dunia. Argentina mah nyantai kan, Mes? Gak ambisius, kan? Baca lebih lanjut

Iklan

Belajar Dari Kepemimpinan Captain Philips

Richard Philips (diperankan oleh Tom Hanks), pria berusia 50 tahunan yang bekerja sebagai captain di kapal cargo Maersk Alabama. Seorang pria minim ekspresi, praktis, berjanggut abu, mantan supir taksi di Boston, memiliki seorang istri dan dua anak menjelang usia kuliah. Pada 7 April 2009 membawa 17.000 metrik ton kargo , dan 5.000 metrik ton barang-barang bantuan menuju Kenya, Somalia, dan Uganda. Kapal tersebut berangkat Oman menuju Mombasa (kenya) dan mau tidak mau harus melewati Teluk Aden Somalia dimana tempat tersebut terkenal akan pembajak-pembajak laut somalia.

Kemiskinan dan perang saudara adalah faktor utama kenapa pembajakan di laut somalia ini marak. Nelayan-nelayan yang biasa menangkap ikan terpaksa mengacungkan senjata demi mendapat sejumlah uang. Mereka dipaksa membajak kapal kapal asing yang melintas dan menyetor hasil rampasan kepada bos-bos pemberontak yang memiliki akses senjata dan militer di Somalia. Ketidakstabilan politik dan rezim penguasa menghasilkan generasi generasi pembajak bengis di Somalia. Baca lebih lanjut

Serigala itu bernama uang

I always wanted to be rich,” begitu seloroh Jordan Belfort (diperankan oleh Leonardo DiCaprio) ketika ditanya akan visi misinya. Menjadi kaya jauh lebih hebat daripada menjadi gangster, gangster bisa kita beli asalkan punya uang. Menjadi kaya adalah menjadi tuhan, persetan dengan semua omong kosong, dengan uang kebenaran bisa dibeli.

Selamat datang kembali di film Martin Scorsese, The Wolf of Wall Street, datang dengan hembusan kemarahan di punggungnya. Selama kurang lebih 50 tahun berkarir di perfilman, saya pikir film ini juga akan menjadi salah satu mahakarya buatannya. Seperti diketahui, film The Wolf of Wall Street merupakan proyek kelima Martin Scorsese bersama Leonardo DiCaprio. Sebelumnya, keduanya juga pernah bekerjasama lewat empat film lainnya seperti ‘Gangs of New York’, ‘The Aviator’, ‘The Departed’, hingga ‘Shutter Island’. Tapi kalau boleh berkata, lupakan ke empat film terdahulu, lupakan juga acting Leo di Titanic. Karena di film ini Leo benar benar menjadi seorang serigala, serigala pemilik uang, bukan si kere yang mencoba naik kapal mewah ke New York. Akting Leo di film ini ratusan kali lebih buas dari perannya di The Great Gatsby. Baca lebih lanjut

Cinta 2.0

Kesepian adalah penyakit akut yang mewabah di masyarakat urban, satu sama lain sibuk dengan urusannya masing masing.

Social media mungkin solusi dalam silaturahmi era modern. Tapi fuck untuk social media, kamu tidak benar benar bertatap muka dengan teman-temanmu atau gebetanmu. Ada rasa yang hilang dalam sebuah pertemuan, feel dan sensitivitas tak mungkin sama dengan tatap muka langsung. Semua terasa datar, sedatar layar sentuhmu. Sticker-sticker emoticon dan kalimat gombal tak mendeskripsikan realitas, namun anehnya kita terjerumus didalamnya dan membuatnya seakan nyata. Baca lebih lanjut