Ada Bahagia di Stasiun Pondok Cina

Melewati apa yang orang bilang libur panjang memang mengasyikkan. Tentu ada pengorbanan yang harus disodorkan untuk mendapatkan nikmatnya liburan tersebut, seperti berkorban waktu, uang, dan tenaga. Lantas apa isi liburan saya kali ini? saya hanya akan sedikit bercerita saja di sini. Hanya bagian kecil saja yang menarik.

Alhamdulillah kesehatan masih diberikan Allah pada saya, sehingga tetap bisa berencana untuk mengisi waktu liburan. Awalnya saya berencana untuk touring dengan teman-teman QC, tetapi bagai kacang goreng yang nggak laku, tawaran itu hanya berujung rencana karena sepi peminat. Sangat sepi bahkan. Hahaha :p

Kemudian, akhirnya rencana tersebut langsung diganti dengan berencana pergi ke Sea World! Yes, 5 mei 2016 akan menjadi saksi pertama kalinya saya berkunjung ke dunia laut ancol tersebut. Tetapi lelagi semua hanya rencana setelah saya memutuskan untuk membatalkan kepergian karena khawatir masih hari pertama liburan dan macet. Dan akhirnya saya dan istri hanya pergi ke toko buku dan mampir ke sebuah tempat kece yang esoknya kami sambangi lagi. Dan tempat kece itu adalah Stasiun Pondok Cina, Depok, Jawa Barat. Baca lebih lanjut

Hello, My Name is Perfectionist

sumber gambar: www.renunganyouth.com
sumber gambar: http://www.renunganyouth.com

Manusia memiliki berbagai macam sifat. Semua tentu setuju. Sifat-sifat tersebut terbentuk karena banyak faktor, baik faktor internal maupun eksternal. Ada yang karena memang sudah bawaan dan ada juga yang karena pengaruh lingkungan, pengalaman hidup (baik maupun buruk), dan lain sebagainya.

Saya akan cerita sedikit mengenai salah satu sifat yang cukup “kontroversial” untuk saya pribadi. Mengapa disebut kontroversial? Karena saya sendiri tidak tahu ini apakah sifat yang baik atau sebaliknya.

Ketika saya duduk di bangku mahasiswa, saya terpilih menjadi 5 besar calon ketua himpunan mahasiswa. Baca lebih lanjut

Lorong yang Berdinamika

Salah satu rute yang saya gunakan ketika pulang kerja menuju rumah adalah melintasi gang sempit yang cukup padat menuju stasiun UI.  Bagi orang Depok, tentunya sudah familiar dengan gang tembus dari jalan margonda menuju stasiun UI ini. Lokasinya persis bersebelahan dengan es pocong yang cukup fenomenal.

Gang selebar tidak sampai 2 meter ini laksana sebuah lorong yang akan memerangkap dalam dunia lain. Lorong tersebut menjadi salah satu akses strategis bagi sesiapa yang dari dan menuju UI. Di sekitar jam 7 malam lorong penuh sesak dengan mahasiswa UI dan juga pejalan umum yang lalu lalang pulang dari beraktivitas. Di kanan dan kirinya dihiasi oleh para pedagang pernak-pernik, asesoris handphone, toko buku, souvenir kampus, kaca mata, sabuk, bahkan hingga cilok. Saya membayangkan seperti masuk ke dalam lorong pasar-pasar di Timur Tengah yang pernah ditonton di televisi atau mungkin seperti china town-nya Singapura kw tujuh. Hehehe. Baca lebih lanjut

Dunia 1 Ubin

IMG_20141114_075510

Pukul 5 pagi adalah waktu paling maksimal mata saya tertutup dan terbuai mimpi. Bangun dalam kondisi seolah dikejar kereta membuat aktivitas pagi seperti lari maraton. Bukan tanpa alasan. Semenjak saya tinggal di Depok, perjalanan ke kantor tempat saya bekerja di kawasan MM 2100 Cibitung sana memang terasa sekali perjuangannya.

Beberapa kali saya trial dengan teknik dan rute yang berbeda-beda:

Pernah naik motor langsung dari rumah ke kantor. 80 menit di perjalanan, yang mana semangat ketika pagi berangkat, tetapi mengantuk di sore ketika pulang. hooaaammm…

Pernah naik motor sampai Pasar Rebo, titip motor di sana dan lanjut naik bus menuju rest area km 19 yang kemudian naik minibus antar jemput karyawan sampai ke kantor. Baca lebih lanjut