Posesif (2017): Getir Asmara Masa Remaja

Pernah dapat puluhan miscall dari pasangan karena nggak bales WhatsApp? Pacar sering ngecek tiap chat, media sosial, e-mail sampai galeri ponsel tanpa ijin? Dilarang untuk berteman si A sama si B dengan alasan yang nggak jelas? Kalau jawabannya iya, berarti pacar kamu posesif tuh.  

Jika kebanyakan film remaja mengisahkan haru biru bahagia masa sekolah, Posesif (2017) menawarkan sebuah cerita yang jauh berbeda. Hubungan asmara remaja yang kompleks hadir mengisi deretan koleksi film romansa remaja Indonesia.

Siapa yang menyangka jalinan kasih remaja yang penuh bunga-bunga menyimpan duri yang mengoyak-ngoyak perasaan bahkan kejiwaan. Berangkat dari fenomena yang terjadi di masyarakat, Palari Films memproduksi sebuah sinema yang bertutur tentang kekerasan dalam hubungan berpacaran remaja.

Posesif berkisah tentang hubungan Yudhis (Adipati Dolken) seorang murid pindahan baru yang rupawan dengan Lala (Putri Marino) yang merupakan atlet loncat indah berprestasi. Perkenalan mereka berawal dari Yudhis yang ingin mengambil sepatunya yang terjaring razia dan Lala yang membantu aksi pengambilan sepatu Yudhis di kantor guru. Keduanya tertangkap basah dan mendapat hukuman. Kedekatan keduanya pun dimulai dari sana. Baca lebih lanjut

Iklan

Telusur Batavia: Jelajah Kota Taman Pertama di Indonesia

Jakarta tidak serta merta menjadi kota megapolitan penuh polutan. Sang ibukota punya cerita di balik bilik-bilik beton yang menjulang. Sekilas tampak modern mengikuti zaman. Namun, jika kita telusuri lagi, sudut-sudutnya menyimpan kisah menarik pembangunan bangsa

Bersama komunitas Ngopi Jakarta (NgoJak), berkesempatan menelusuri kawasan Menteng. Perumahan elit pada zamannya hingga kini, dengan susunan ruas jalan yang unik. Terlihat dari denah kawasan di mana banyak patahan-patahan jalan dan persimpangan yang tidak lazim. Sebelum mengikuti penelusuran ini, para peserta yang mendaftarkan diri telah diberi bekal informasi mengenai lokasi yang akan dikunjungi berupa denah, gambar dan data-data lainya.

Hari libur nasional memperingati Kenaikan Isa Almasih, 25 Mei 2017, dipergunakan untuk bersama-sama menengok kembali apa yang pernah ada di Menteng. Berkumpul di Stasiun Cikini, dimulai pukul 09.00 dengan pembukaan dan saling berkenalan satu dengan lain.

Menurut Adolf Heukeun, kawasan Menteng merupakan kota taman pertama di Indonesia bahkan se-Asia Tenggara yang dibangun antara 1910 dan 1918. Pemuka agama Khatolik sekaligus ahli sejarah Jakarta ini telah menerbitkan buku-buku mengenai sejarah Jakarta seperti Masjid-masjid Tua di Jakarta; Gereja-gereja Tua di Jakarta; Tempat-Tempat Bersejarah di Jakarta; Sumber-Sumber Asli Sejarah Jakarta;Atlas Sejarah Jakarta; Galangan Kapal Batavia Selama Tiga Ratus Tahun; Menteng, Kota Taman Pertama Indonesia. Buku terakhir menjadi panduan penelusuran kami kali ini. Baca lebih lanjut