Kuburan Tua dan Keberanian Tiada Batas

Lihat kebun ku(da)… Penuh dengan bu(aya)… Ada yang puti(kus)… Dan ada yang mera(yap)…
Setiap hari(mau)… Kusiram semu(t merah)… Mawar melati(kus)… Semuanya mampus…

Hahaha… Gak usah diambil serius. Lagu diatas adalah plesetan dari lagu lihat kebunku, jadi kalau mau nyanyiin coba pake nada lihat kebunku. Kalau gak bisa nyanyi ya udah gak usah maksa gitu, lu bisanya lagu anyenyoiii sih. Haha.

Kenapa anak kecil itu selalu takut hantu ya? Dan gue baru sadar bahwa ini adalah stigma yang diciptakan oleh orang-orang tua terdahulu. Tapi maaf-maaf aja ya men, gue si anak tahun 90an dengan semangat Panji Manusia Almunium gak segitu beraninya. loh! Iya gue gak yang paling beranilah apalagi gue pernah kesambet. Tapi gue akuin bahwa itu kelakuan super duper konyol waktu gue kecil. Hampir selama masa kecil gue, gue habiskan di sebuah wilayah bernama gudang peluru di kedaung Kali Angke, Jakarta Barat. Dari dulu gue adalah orang yang cukup peka buat melihat makhluk tak kasat mata, hal ini juga yang buat gue sering kesambet. Di belakang rumah bedeng dulu ada kuburan tua yang hampir gak mirip kuburan. Gundukan tanah hampir rata dan papan nisan yang cuma sedikit adalah awal petaka bagi gue si bocah imut lucu nan keren.

Tiba-tiba aja di suatu siang gue coba main dikuburan itu, sumvah awalnya gue gak tahu kalau itu kuburan. Papan nisannya itu gue jadiin lempar-lempar kayak frisbi yang akhirnya sukses mendarat di got. Gak sampe situ doank, kuburan itu gue gali, niat awalnya gue mau buat sumur-sumuran di mana air sumurnya adalah air kencing gue. Waktu tanah itu udah gue gali 20 cm ya udah dengan wajah lugu nan polos gue kencingin itu tanah yang gue gali. Gak sampe di situ galian tadi gue isi lagi pake air got dan gue siram-siram kuburan itu dengan air got. Setelah gue bosan akhirnya papan nisan itu gue tancepin terbalik alias yang atas ada di bawah.

Hal ini sukses besoknya buat gue gak bisa bangun alias lengket di tiker tempat gue tidur. Jadi dulu itu gue tidurnya di tiker (kasian ya gue?). Dan gue baru bisa bangun setelah disembur sama orang pinter gitu. Bokis banget masa ada yang kayak gitu? Kalau lu gak percaya jajal aja kencingin makam keramat.

Dalam kejadian di atas sebenarnya ada keabsenan orang tua dalam tumbuh kembang anak, apalagi soal apa yang boleh dan tidak boleh. Orang tua ternyata selama ini absen dalam menjelaskan tentang apa itu hal gaib dan yang berkaitan lainnya. Banyak orang tua justru menakut-nakuti sang anak, padahal hal seperti ini mempengaruhi kehidupannya di masa depan. Dalam hal ini orang tua adalah pusat dari sang anak berputar setiap harinya, maka sudah seharusnya orang tua sabar dalam membimbing anak-anaknya.  Tapi Men, lu boleh coba ngencingin kuburan keramat biar tahu rasanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s