Cara Indah Menikmati Hujan di Jakarta

Saat hujan turun, kota ini kerap memainkan sisi melankolisnya.

Selain banjir, apa lagi hal yang sering diingat kala mendung menggantung di langit Jakarta?

Hampir tak bisa dibedakan lagi ketika berangkat dan pulang kerja menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Kemacetan bukan lagi  jadi momok yang menakutkan, tapi sudah jadi kebiasaan yang sudah tak pantas lagi untuk dikutuk dan dikeluhkan. Alih-alih mengumpat, yang ada justru malah membuang hal sia-sia. Apakah dengan mengutuk kemacetan lantas jalanan menjadi lancar seketika? Apalagi saat hujan turun di jam pulang kantor, laju akan terhambat karena banyak pengendara yang berteduh di bawah flyover. Jangan pernah bertanya mengapa mereka tak mempersiapkan diri dengan membawa jas hujan misalnya. Si pengemudi mungkin membawanya, tapi yang menumpang tak mau repot-repot karena tujuan mulanya toh hanya nebeng doang. Baca lebih lanjut

Batavia Dulu, Jakarta Esok

Jutaan asa bersandar kepada Jakarta. Dengan status satu-satunya kota di Indonesia setingkat provinsi, Jakarta semakin menarik populasi setiap tahunnya. Apa menariknya Ibukota ini? Benarkah masih ada sisa-sisa kejayaan Batavia Queen of The East pada awal abad ke-17 silam? Yang ternyata pernah membuat para penulis Jerman, Perancis, dan Inggris berdecak kagum hingga menganggapnya sebagai kota paling nikmat di seluruh Hindia karena kanal-kanal sungai dan rapinya pembangunan begitu cantik terpadu kala itu. Baca lebih lanjut

Jakarta yang Kesepian

Jakarta itu cinta yang tak hapus oleh hujan, tak lekang oleh panas. Jakarta itu kasih sayang.

~ Sapardi Djoko Damono

Jakarta mengalirkan airmata, melepas kepergian satu demi satu kepingan
ada yang memutuskan untuk pergi dan tak kembali
ada pula yang hanya sekadar melepas rindu yang meletup
tetapi, ada pula yang bertanya: untuk apa ada di Jakarta?

Jakarta adalah kota, namun dia bisa disetubuhi dengan kata-kata
dia punya perasaan ketika seorang demi seorang meninggalkannya
meski dia sudah jatuh hati dengan orang-orang tersebut, memberinya napas Baca lebih lanjut

Mudik dan Mereka yang Tertinggal

Hujan yang mengguyur Kota Jakarta subuh tadi masih menyisakan jejak, hawa dingin yang membuat nyaman dan mengantuk tak memupus semangat sebagian orang untuk bergegas. Jumat, hari pertama di bulan Juli jatuh pada 26 Ramadan 1437 H.

“Teh, mudik gak?”

Tiba-tiba pertanyaan Pak Amin melintas di kepala, saat saya melihat seorang ayah tertawa sambil menggendong anaknya di ruang tunggu bandara Soekarno Hatta. Baca lebih lanjut