JokoBowo

Aku melihat Joko ketika ia bersalaman dengan Bowo. Hangat, bahkan nyaris berpelukan. Itu pertama kali aku melihat mereka. Yang satu dengan perawakan kecil, satu lagi cukup besar meski usianya membujur ke cakrawala barat. Tidak ada yang istimewa, kecuali riuh-riuh kecil yang perlahan seperti bola salju yang menggelinding. Bertambah besar, bergemuruh.

Joko ikut duduk bersamaku di tepi kali sambil melempar pancing. Katanya, “Banjir ini menghanyutkan ikan ke lautan.” Aku tertawa, lalu membantah. “Jangan terlalu yakin, Joko.” Dia diam menatapku. Menunggu, barangkali. “Sampah di ujung sana, sebelum lewat jembatan kedua, sudah menghalangi ikan-ikan pergi ke lautan,” jawabku tanpa perlu ia bertanya. Lalu ia gantian tertawa. Baca lebih lanjut

Iklan

Rantai dan Anjing Gunung

Ternyata tidak semuanya mengagumiku dan menunggu kedatanganku. Baru saja dua-tiga detik aku hinggap, aku sudah disambut salakan yang luar biasa berisik, bahkan bagi aku yang sudah kenyang pengalaman berpapasan dengan pesawat jet berukuran besar.

“DIAM!”. Bersamaan dengan perintah itu, lenyap pula suara berisik mamalia berkaki empat itu. Dia kini menggeram, rautnya tampak sangat kesal. Keempat kakinya melangkah kecil maju mundur. Mendengus-dengus kencang, sambil moncongnya bergerak naik-turun karenanya. Baca lebih lanjut

Jakarta, Sebentar Lagi Kita Punya MRT!

foto-inilah-rupa-terowongan-dan-stasiun-mrt-jakarta
Source: nationalgeographic.co.id

Judul di atas adalah tulisan saya yang saya kirimkan ke Komunitas Local Guide Jakarta yang beberapa minggu yang lalu baru saja mengadakan kopi darat pertamanya dan untungnya sukses besar. Lantas, apa bangganya kita punya MRT?

Saat berada di negara lain, seperti Singapura, Thailand, dan Malaysia, saya selalu mengandalkan transportasi kereta mereka. MRT alias Mass Rapid Transit ini merupakan salah satu tolok ukur kemajuan sebuah kota, bahkan sebuah negara, di mana kualitas waktu dan kenyamanan penumpang menjadi sedemikian penting. Baca lebih lanjut