Gue Bukan Aing

Sebuah masa, seperti halnya sebuah tempat, tentu punya bahasa sendiri.  Kata nyokap dan bokap lahir dari bahasa prokem yang punya kaidah menyisipkan “ok” sambil membuang bagian akhir kata. Prokem sendiri adalah arti dari kata preman. Menurut masanya, bahasa gaul ini lahir kisaran tahun 70-an.

Belakangan, di mana arus informasi begitu cepat, istilah-istilah baru pun bermunculan dalam keseharian kita. Media sosial banyak sekali menyumbangkan bahasa baru dalam percakapan verbal. Walau sebagian besar tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku dan terkadang salah kaprah. Ciri utama yang mudah dikenali adalah penghilangan fenom pada sebuah kata, penambahan onomatope, atau bisa berupa singkatan, misalnya yang lagi ngehits: leh uga (boleh juga), warbyasa (luar biasa), atau baper sebagai akronim dari bawa perasaan. Baca lebih lanjut

Iklan

Opung dan Cuaca Jakarta

Setelah lama tak mendengar lagu Gereja Tua yang dilantunkan secara renyah oleh Panbers, akhirnya telinga kembali diakrabkan lagi dengan nada-nada nyaringnya lewat tape mobil milik Opung pada hari Jumat lalu. Mobil Toyota Kijang SGX tua Opung bergerak tersendat-sendat di Jalan MT Haryono karena lalu lintas ramai oleh pejalan kaki yang baru saja bubar dari Shalat Jumat. Opung bersenandung sambil sesekali mengisap rokok Dji Sam Soe yang sudah ia nyalakan sejak mobil kami memasuki daerah Tebet Dalam Raya. Baca lebih lanjut