Di Jakarta Tidak Harus Ngopi

“Ngopi dulu gih sana Kak”

“Nopi udah minum kopi?”

“Hem. Jarang ngopi kayaknya. Pantesan..”

Saya terdistraksi dengan kalimat-kalimat di atas. Tak tahu apakah kalimat itu berupa kekhawatiran, pertanyaan tendensius, atau mungkin satir yang ujungnya seringkali dikaitkan dengan kopi. Nah belakangan pernyataan ini juga masuk dalam model sarkasme baru setelah ramainya kasus pembunuhan yang terjadi pada satu kafe mal ternama di Jakarta akibat segelas kopi.

“Udahlah men, ngopi yuk di GI!” yang mungkin mereka pikir ini masih saja lucu. Baca lebih lanjut