Maju Tak Gentar Membela Yang Kenal

source: http://www.thebestpageintheuniverse.net/
source: http://www.thebestpageintheuniverse.net/

Seonggok judul lagu yang satir ini memang plesetan dari judul aslinya yaitu “Maju Tak Gentar Membela Yang Benar”, saya pertama kali dengar istilah ini dari kawan dan disaat itu syukurlah sudah cukup umur untuk menganalisa dan setuju dengan kalimat tersebut, setelah beberapa kali bertemu kejadian yang kebetulan mengamini.

Kalau ingin punya banyak teman, gampang-gampanglah membela. Karena jika tidak, hilang semua koneksi, link kedekatan, cipratan sorot lampu, ataupun sapaan ramah dari orang yang dulu panggil kau kawan. Kawan karena merasa kau bisa membela mereka bahkan ketika mereka salah. Banyak sekali orang-orang di luar sana cari teman sekaligus pengacara yang nantinya bisa bela dirinya. Kalau ingin punya banyak teman, sudah saatnya kita ikuti peraturan sabuk sosial yang tidak pernah tertulis saat kita menjadi orang dewasa. Kenapa? Karena hati dan cinta orang dewasa mudah sekali dimanipulasi, tidak sesuci bayi. Baca lebih lanjut

Gestok : Kebenaran Yang Banyak

wpid-img_20151018_130204

In so far as the word “knowledge” has any meaning, the world is knowable; but it is interpretable. Otherwise, it has no meaning behind it, but countless meanings.

Mungkin ada berkah terselubung dari sulitnya mencari dokumen resmi dari pemerintah tentang kasus Gerakan Satu Oktober (Gestok) dan rangkaian peristiwa yang melatari dan menjadi efeknya. Beberapa dokumen yang dibuka CIA beberapa waktu lalu memang menambah perbendaharaan dokumen tentang Gestok. Namun bagi para akademisi tentu belumlah cukup untuk mendasari pencarian kebenaran yang empiris. Masih meraba dan merayap dengan bermacam hipotesis akibat fragmen-fragmen data yang muncul sporadis disertai dengan otentisitas yang selalu bisa diperdebatkan. Peristiwa Gestok, sebagaimana peristiwa berdarah lain sepanjang sejarah, tentunya memiliki potensi tinggi sebagai sesuatu yang multiinterpretatif. Karena tendensi pihak terkait untuk mendokumentasikan peristiwa-peristiwa terkait pasti tidaklah besar.

Baca lebih lanjut

Udara Jakarta dan Derik Jangkrik

suhu_jakarta featuredSepak bola sebagai olahraga terkait erat dengan faktor-faktor lain yang seolah-olah tak ada kaitannya dengan sepak bola ~ Cak Nun

Beberapa jam jelang keberangkatan ke stadion, saya memerhatikan suara jangkrik dari tumpukan lemari dan kayu bekas yang ada di sudut parkiran kos. Teringat pernah membaca sebuah tulisan tentang bagaimana makhluk omnivora ini menderik. Selain untuk memancing lawan jenis, ternyata bisa dijadikan patokan untuk mengetahui temperatur udara. Caranya adalah dengan menghitung jumlah deriknya selama 15 detik, lantas tambahkan dengan angka 40. Dari situ kemudian diketahui suhu udara dalam ukuran Fahrenheit.

Baca lebih lanjut

Sepakbola dan Ketakutan(-ketakutannya)

piala-presiden_featured

Tentu saja, saya akan mengawali tulisan saya kali ini dengan mengucapkan selamat kepada kota yang pernah dan akan selalu saya cintai, Bandung. Selamat karena Persib berhasil keluar menjadi juara dalam Final Piala Presiden. Namun, tak akan pernah ada ucapan selamat bagi para suporter pertandingan tersebut yang akhirnya harus ditahan oleh pihak kepolisian.

Untuk saya, itu bukanlah hal yang perlu diucapkan selamat. Sepakbola, bagi saya, adalah sarana hiburan dan sportivitas yang paling tinggi. Bagaimana tidak, untuk sebuah pertandingan final di Gelora Bung Karno semalam, setidaknya lebih dari 80 ribu pentonton yang hadir secara langsung. Belum lagi yang sedang dalam perjalanan dan mendengarkan pertandingan atau yang sedang sibuk menyantap makan malam sembari menghadapkan kepalanya ke layar kaca. Baca lebih lanjut

Menegakkan (ke)Manusia(an)

humanity-t2

 

Saya udah nabung kacang tanah 15 kilo. Ame gula pasir 5 kilo. Masih banyak lagi dah kagak inget saya mah.

Ialah Mba Ijah. Perempuan usia awal 30 bertubuh tambun yang senang berjilbab kaos. Sudah hampir sebulan ia membantu saya membereskan urusan kerjaan rumah. Seorang yang lahir di tanah Bekasi sejak dari nenek moyangnya. Saat ia menyetrika, saya senang memintanya bercerita tentang dirinya atau apa saja yang terjadi di lingkungan rumahnya. Kampung Pengasinan, puluhan rumah yang sebagian besar kontrakan yang diisi warga Bekasi asli dan pendatang. Mulai dari korban tsunami Aceh sampai Madura. Baca lebih lanjut