Mudah-mudahan Dimudah-mudahin

main sondah copyApa yang lebih membahagiakan bagi para pekerja kantoran selain masa maha penting yang berlabel gajian?

Gara-gara menunggu gajian turun, saya iseng menghitung pengeluaran untuk beberapa bulan ke depan. Kebetulan gubuk rumah di kampung halaman sedang diperluas untuk tambahan sebuah perpustakaan di lantai dua. Ambisi yang telah lama coba diwujudkan, baru bisa dipaksa belakangan ini.  Rencananya di samping perpustakaan nanti bakal disulap lahan terbuka untuk arena bermain anak-anak.

Adik saya paling kecil masih duduk di bangku sekolah dasar. Kabar baik karena gerombolannya sering diajak main ke rumah sehingga satu persatu saya kenal mereka.  Si Ikhsan anak Bi Acu baru saja jatuh akibat adu lari sama si Hakim usai pulang dari Madrasah. Ada juga si Jijim yang jangkungnya hampir mendekati saya. Baca lebih lanjut

Enam Alinea untuk Alina *)

untuk_alina2

Alina sayang, apa kabar? Dari depan Rathkamp, sore ini aku ingin mengirimmu beberapa alinea. Kata, sebagaimana kau tahu, selalu lebih berhasil menarik minatku. Kini, di sini, di tepi Jalan Asia Afrika yang tengah ramai oleh pengendara dan pejalan kaki, aku mencoba merekamnya dalam redup dan remang bahasa; untukmu. Aku sengaja tidak mengerat dan memotong beberapa gambar, untuk apa? Orang-orang sudah terlampau banyak mengantongi rupa; di depan Gedung Merdeka, tepi Jalan Cikapundung Timur, pinggir sungai yang keruh itu, sekitar monumen Dasasila Bandung, di depan kantor Harian Pikiran Rakyat, dan masih banyak lagi. Mereka mencoba mengawetkan semesta dirinya dalam dekapan yang mulia kamera. Tidak Alina, aku tidak mau mengirimmu keriuhan yang banal itu lewat gambar. Aku ingin mendekatimu dengan kata.

Selepas hujan sore ini, mentari masih malu-malu menampakan diri. Sementara orang-orang justru girang memenuhi ruas trotoar dan sebagian bahu jalan. Arus lalu-lintas tersendat, sesekali klakson bersahutan. Hotel Savoy Homann, de Vries, Visser, dan Gedung Merdeka mulai tersaput temaram. Beberapa saat lagi adzab maghrib akan berkumandang dari Masjid Agung. Menjelang sore dijemput malam, keramaian semakin riuh. Tua-muda, laki-laki perempuan, semuanya menyesaki trotoar yang sudah dipercantik. Baca lebih lanjut