Jeda yang Bercanda

Siapa bilang Jakarta nggak bisa bikin galau? Bisa banget, sebenarnya. Hanya saja kota ini nggak pernah benar-benar memberikan waktunya untuk itu. Yang ada, orang-orang seperti saya yang memaksakannya untuk minta jeda. Meski sering kali gagal juga untuk mendapatkannya.

Waktu 24 jam dalam sehari, dirasa terlalu sebentar. Pekerjaan masih menumpuk, sementara untuk melakukan hal lainnya pun belum terjamah. Kota ini hebat sekali, memang. Bisa melipat waktu menjadi singkat, sementara tubuh seribu kali lebih cepat untuk menua.

Ingin sekali berteriak, “Berhentiiiiiiiii…! Waktu, tolonglah berhenti sebentar.”

Menarik napas panjang sekali dan menerima kenyataan; Jakarta terus berlari….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s