Serigala itu bernama uang

I always wanted to be rich,” begitu seloroh Jordan Belfort (diperankan oleh Leonardo DiCaprio) ketika ditanya akan visi misinya. Menjadi kaya jauh lebih hebat daripada menjadi gangster, gangster bisa kita beli asalkan punya uang. Menjadi kaya adalah menjadi tuhan, persetan dengan semua omong kosong, dengan uang kebenaran bisa dibeli.

Selamat datang kembali di film Martin Scorsese, The Wolf of Wall Street, datang dengan hembusan kemarahan di punggungnya. Selama kurang lebih 50 tahun berkarir di perfilman, saya pikir film ini juga akan menjadi salah satu mahakarya buatannya. Seperti diketahui, film The Wolf of Wall Street merupakan proyek kelima Martin Scorsese bersama Leonardo DiCaprio. Sebelumnya, keduanya juga pernah bekerjasama lewat empat film lainnya seperti ‘Gangs of New York’, ‘The Aviator’, ‘The Departed’, hingga ‘Shutter Island’. Tapi kalau boleh berkata, lupakan ke empat film terdahulu, lupakan juga acting Leo di Titanic. Karena di film ini Leo benar benar menjadi seorang serigala, serigala pemilik uang, bukan si kere yang mencoba naik kapal mewah ke New York. Akting Leo di film ini ratusan kali lebih buas dari perannya di The Great Gatsby.

Sebuah kisah berdasarkan memoar seorang pialang saham Jordan Belfort , yang mendirikan perusahaan investasi Stratton Oakmont dalam garasi di Long Island. Di tahun sembilan puluhan perusahaan ini melakukan penipuan securitas dan pencucian uang menjadi sebuah kekayaan pribadi yang sangat besar. Kekayaan yang diidamkan semua setan di muka bumi. Walaupun pesta berakhir di tahun 1998, tetap saja membuat sebagian besar orang miskin berkerut dahinya menimbulkan tanya, darimana uang sebanyak itu?

Di film ini Martin Scorsese seperti mengajak kita reuni kembali dengan karyanya terdahulu, Good Fellas atau Casino. Ini seperti sebuah trilogy longgar yang memiliki satu kesamaan, “American Dreaming”. Hedonisme, sex, drugs, and rock and roll ( tidak terlalu rock n roll sebenarnya, karena music yang dipakai adalah lagu dari Madness dan Simon & Garfunkel ).

Dengan uang semua kegilaan bisa dibeli, walaupun memulai karir sebagai anjing pesuruh, Belfort membuktikan dengan semangat kerja keras, kecerdikan, dan sedikit keberuntungan kita bisa menjadi seorang serigala. Durasi film selama 3 jam seolah terasa sebentar. Kita disuguhi adegan adegan gila seperti marching band bugil di kantor, xanax dan morphin di setiap menit, pesta sex di kantor, atau mengendarai helicopter dalam keadaan mabuk. Akting Jonah Jill sebagai Donnie Azoff juga cukup menjanjikan, jauh lebih keren daripada aktingnya di film 21 Jump Street. Ini benar-benar film kafir yang merusak keimanan. Film kafir yang komikal. Film kafir yang saya prediksi meraih Oscar di tahun 2013.

Mengingat kembali ucapan Friedrich Nietzsche yang mengatakan “Tuhan Telah Mati”, saya pikir film ini mendukung teori tersebut. Tuhan baru telah muncul, dialah uang, serigala bagi setiap manusia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s